Enjoy this video! :)
Monday, December 30, 2019
IKATAN KIMIA & GEOMETRI MOLEKUL
Standar Kompetensi
Mempelajari dan memahami ikatan kimia serta geometri molekul
Kompetensi Dasar
1. Memahami jenis ikatan antaratom serta ikatan antarmolekuk beserta contohnya.
2. Memahami dan mengetahui bentuk-bentuk geometri molekul beserta contoh molekulnya.
3. Memahami teori hibridisasi.
IKATAN KIMIA & GEOMETRI MOLEKUL
1. IKATAN ANTARATOM
A. Ikatan Ion
Ikatan ion (elektrovalen)
adalah ikatan yang terjadi karena adanya gaya tarik menarik elektrostatik
antara ion positif dan ion negatif. Ikatan ion terbentuk antara atom yang
melepaskan elektron (logam) dengan atom yang menerima elektron (nonlogam). Atom
yang melepas elektron berubah menjadi ion positif, sedangkan atom yang menerima
elektron menjadi ion negatif. Antara ion-ion yang berlawanan muatan ini,
terjadi tarik-menarik (gaya elektrostatik) yang disebut ikatan ion. Ikatan ion
terbentuk antara atom logam dengan atom nonlogam. contoh:
12Mg: 2 8 2 dan 17Cl:
2 8 7
Pada pembentukan senyawa
MgCl2, atom Mg harus melepaskan 2 elektron dan atom Cl harus
menangkap 1 elektron agar memenuhi kaidah octet. Ion Mg2+ dan Cl-
menyebabkan gaya tarik menarik, sehingga
kedua ion tersebut membentuk MgCl2.
Senyawa ion berupa zat padat
pada suhu kamar, selain itu senyawa ion memiliki titik didih dan titik leleh
yang relatif tinggi. Larutan senyawa ion dalam air dapat menghantarkan listrik,
begitu juga lelehan senyawa ion. Ikatan ion pada senyawa ion relatif kuat
tetapi mudah patah. Akibatnya, padatan senyawa ion sangat rapuh dan mudah
dihancurkan, misalnya garam NaCl.
B. Ikatan Kovalen
Ikatan kovalen merupakan
ikatan yang terbentuk dari pemakaian pasangan elektron secara bersama-sama oleh
dua atom. Dua atom nonlogam saling menyumbangkan elektron agar tersedia
pasangan elektron yang digunakan bersama.
Pada suhu kamar senyawa
kovalen ada yang berwujud gas, cair, dan padat. Padatan senyawa kovalen
bersifat lunak dan tidak rapuh. Senyawa yang berikatan kovalen memiliki titik
didih dan titik leleh relatif rendah. Pada umumnya, senyawa kovalen tidak larut
dalam air tetapi larut dalam pelarut organik. Senyawa kovalen tidak dapat
menghantarkan listrik. Jenis-jenis ikatan kovalen:
1) Ikatan kovalen tunggal
Ikatan kovalen tunggal
terjadi jika dalam pembentukan ikatan kimia terdapat 2 elektron yang digunakan
bersama. Contohnya senyawa H2O.
2) Ikatan kovalen rangkap dua
Ikatan kovalen rangkap dua terjadi jika dalam pembentukan
ikatan kimia digunakan empat elektron yang digunakan secara bersama. Contohnya senyawa
O2.
3) Ikatan kovalen rangkap tiga
Ikatan kovalen rangkap tiga terjadi jika dalam pembentukan
sebuah ikatan kimia digunakan 6 elektron yang digunakan secara bersama. Contohnya
senyawa N2.
4.) Ikatan kovalen nonpolar
Ikatan kovalen nonpolar
adalah ikatan yang terbentuk antara dua atom nonlogam sejenis atau memiliki
keelektronegatifan yang sama (tidak ada beda keelektronegatifan). Contohnya Cl2, I2, CH4,
CCl4.
5.) Ikatan kovalen polar
Ikatan kovalen ini terjadi karena antara molekul
yang berikatan memiliki beda keelektronegatifan yang besar. Kepolaran senyawa
kovalen disebabkan karena adanya salah satu atom yang memiliki daya tarik yang
lebih kuat dari atom yang lain. Gejala ini sering disebut sebagai pengkutuban
muatan. Contohnya HCl, H2O, dan NH3.
6.) Ikatan kovalen koordinasi
Ikatan kovalen koordinasi
merupakan ikatan yang terbentuk dari pemakaian pasangan elektrin bersama yang
berasal dari salah satu atom yang memiliki pasangan elektron bebas. Cirri dari
ikatan kovalen koordinasi adalah adanya pasangan elektron bebas dari salah satu
atom yang dipakai secara bersama-sama. contohnya adalah senyawa HNO3,
NH4Cl, SO3, dan H2SO4.
C. Ikatan Logam
Atom-atom logam cenderung membentuk kation atau anion karena memiliki keelektonegatifan yang rendah. elektron-elektron yang terlepas tersebut dapat bergerak bebas dalam sisi-sisi logam. Adanya tarik-menarik antara muatan positif dan muatan negatif dari elektron akan mengikat atom logam tersebut hingga terbentuk ikatan logam. Elektron yang bebas bergerak dapat menyebabkan logam menghantarkan panas atau listrik.
logam mempunyai sifat yang khas, diantaranya:
1.) logam mempunyai sifat keras
2.) merupakan penghantar listrik atau panas yang baik
3.) memiliki titik didih dan titik leleh yang tinggi
4.) dapat dibentuk atau ditempa
5.) logam dapat dipadukan dengan logam lain
2. IKATAN ANTARMOLEKUL
Ikatan yang terjadi antarmolekul disebabkan
karena adanya gaya tarik antarmolekul itu sendiri. Gaya antarmolekul merupakan
gaya yang bekerja untuk mengikat molekul-molekul dalam satu kesatuan.
1) Gaya tarik dipol sesaat
Perpindahan elektron dari satu daerah ke daerah
lainnya menyebabkan suatu molekul yang secara normal bersifat nonpolar menjadi
polar, sehingga terbentuk dipole sesaat. Antarmolekul nonpolar terjadi gaya
tarik-menarik yang lemah akibat terbentuknya dipole sesaat.
2) Gaya Van der Waals
Gaya Van der Waals adalah
gaya tarik-menarik antarmolekul yang menyebabkan timbulnya kohesi molekul di
dalam larutan atau padatan nonionik. Ada beberapa macam bentuk gayaVan der Waals,
yaitu:
- Gaya antardipol, yaitu
tarik-menarik antarmolekul pada senyawa kovalen polar.
- Gaya London, yaitu gaya tarik-menarik
antarmolekul pada senyawa nonpolar.
3.) Ikatan Hidrogen
Ikatan hidrogen terbentuk hanya dalam molekul
yang mengandung nitrogen, oksigen, dan flour. Contohnya NH3, H2O,
dan HF. Adanya ikatan hidrogen menyebabkan titik didih senyawa menjadi tinggi. Titik
didih air lebih tinggi dari titik didih senyawa HF, karena pada air terdapat
dua ikatan hidrogen tiap molekulnya.
3. GEOMETRI MOLEKUL
A. Teori Domain Elektron
Teori domain elektron adalah
suatu cara meramalkan geometri molekul berdasarkan tolak-menolak
elektron-elektron pada kulit luar atom pusat. Domain elektron berarti kedudukan
elektron atau daerah keberadaan elektron. Jumlah domain elektron ditentukan
sebagai berikut:
-Setiap elektron ikatan
(apakah ikatan tunggal, rangkap dua, atau rangkap tiga) merupakan satu domain.
-Setiap pasangan elektron bebas pada atom pusat
merupakan satu domain.
Contohnya senyawa H2O memiliki jumlah
domain elektron 4 (2 PEB pada atom pusat dan 2 PEI).
B. Tipe Molekul
Tipe molekul merupakan suatu
notasi yang menyatakan jumlah domain (pasangan elektron) di sekitar atom pusat
dari suatu molekul, baik domain bebas maupun domain ikatan. Pada tipe molekul,
atom pusat dinyatakan dengan lambing A, dan setiap pasangan elektron ikatan
dinyatakan dengan lambing X, serta setiap pasangan elektron bebas dinyatakan
dengan E. Jadi, tipe molekul dapat dinyatakan dengan notasi berikut
AXnEm dengan “n” adalah jumlah PEI dan “m” adalah
jumlah PEB
Tipe molekul dapat ditentukan dengan
langkah-lamgkah berikut.
1.) Senyawa biner berikatan tunggal
Tipe molekul dapat
ditentukan dengan menggunakan rumus
E = (EV-X)/2
Ket:
EV = jumlah elektron valensi
atom pusat
E = jumlah PEB
X = jumlah PEI (yang terikat pada atom pusat)
2.) Senyawa biner berikatan rangkap
Cara menentukan tipe molekul
untuk senyawa biner berikatan rangkap ialah dengan mengalikan dua pada jumlah
elektron yang digunakan untuk membentuk pasangan terikat.
C. Geometri Molekul
Geometri molekul merupakan
susunan tiga dimensi dari atom-atom dalam suatu molekul.
Berikut table tipe molekul
dan geometri molekul.
PEI
|
PEB
|
Rumus
|
Tipe Molekul
|
Geometri Molekul
|
Sudut
|
Contoh
|
2
|
0
|
AX2
|
Linear
|
180o
|
BeCl2
|
|
3
|
0
|
AX3
|
Segitiga Planar
|
120o
|
BF3
|
|
2
|
1
|
AX2E
|
V bent
|
120o
|
SO2
|
|
4
|
0
|
AX4
|
Tetrahedral
|
109,5o
|
CH4
|
|
3
|
1
|
AX3E
|
Piramida trigonal
|
107,5o
|
NH3
|
|
2
|
2
|
AX2E2
|
Planar bentuk V
|
104,5o
|
H2O
|
|
5
|
0
|
AX5
|
Bipiramida trigonal
|
90o, 120o
|
PCl5
|
|
4
|
1
|
AX4E
|
Jungkat-jungkit
|
90o, 120o
|
SF4
|
|
3
|
2
|
AX3E2
|
Bentuk T
|
90o
|
IF3
|
|
2
|
3
|
AX2E3
|
Linear
|
180o
|
XeF2
|
|
6
|
0
|
AX6
|
Oktahedral
|
90o
|
SF6
|
|
5
|
1
|
AX5E
|
Piramida segi empat
|
90o
|
BrF5
|
|
4
|
2
|
AX4E2
|
Segi empat planar
|
90o
|
XeF4
|
4. Ikatan Polar dan Nonpolar
Salah satu pengaruh bentuk
molekul terhadap sifat zat adalah pada kepolaran molekul. Molekul dikatakan
bersifat nonpolar jika distribusi rapatan elektron dalam molekul tersebut
secara merata. Molekul dikatakan bersifat polar jika distribusi rapatan
elektron tidak merata, sehingga ada sisi
molekul yang distribusi rapatan elektronnya lebih besar, sementara sisi lainnya
lebih rendah. Suatu molekul akan bersifat polar jika memenuhi dua syarat berikut:
1 ) Ikatan dalam molekul bersifat polar. Secara umum,
ikatan antaratom yang berbeda dapat dianggap polar.
2.) Bentuk molekul tidak
simetris, sehingga pusat muatan positif tidak berimpit dengan pusat muatan
negatif.
5. Teori Hibridisasi
Teori hibridisasi merupakan
istilah yang digunakan untuk pencampuran orbital-orbital atom dalam suatu atom
pusat untuk menghasilkan sekumpulan orbital hibrida. Misalnya hibridisasi
senyawa CH4
6C = 1s2
2s2 2p2
Orbital-orbital dasar dari atom C tidak dapat
digunakan untuk berikatan dengan 4 atom H sehingga satu elektron dari orbital
2s melakukan eksitasi ke orbital 2p, untuk menyediakan 4 elektron yang tidak
berpasangan. Orbital 2s “bergabung” dengan 3 orbital 2p membentuk orbital
hibrida sp3 dan bentuknya tetrahedral.
Berikut ini table bentuk
orbital hibrida.
Orbital Hibrida
|
Bentuk Orbital Hibrida
|
Contoh
|
sp
|
Linear
|
BeCl2
|
sp2
|
Segitiga planar
|
BF3
|
sp3
|
Tetrahedral
|
CH4
|
sp3d
|
Trigonal bipiramida
|
PCl5
|
sp3d2
|
Oktahedral
|
SF6
|
Subscribe to:
Comments (Atom)
-
Standar Kompetensi Mempelajari dan memahami ikatan kimia serta geometri molekul Kompetensi Dasar 1. Memahami jenis ikatan antarat...





















